Senin, 23 November 2009

CERPEN HARI YANG ANEH


HARI YANG ANEH


Kabut pagi ini masih tebal, membawa dinginnya dibuta ini, embun diatas ilalang tak jua mengering, dan burung seriti itu beterbangan tak tentu arah.
Pagi yang cerah, angin berhembus lembut mendamaikan hati, terlintas di fikiranku sepotong wajah yang selalu mengusik hati, wajah yang selalu membuatku merasa kanngen berat. Wajah itu lembut, putih langsat, dan Nampak selalu senyum merendahkan hati. Dian! Itulah nama empunya wajah cantik itu.
Dian. namanya begitu sederhana, tapi gadis ini tak kalah indah, dia begitu sederhana, baik, dan tidak pernah sombong terhadap siapapun!
Disaat aku merasa sepi karena tak ada seorang pun yang mampu membuatku nyaman, membuatku merasa terlindungi, dan membuat hari-hariku terasa bermanfaat. Disaat hati bertanya-tanya pada Sang pencipta tentang kehidupanku yang sendiri. Kapan seorang bidadari dengan segala kelembutannya itu dating padaku? Sesungguhnya hal itu tak perlu ditanyakan lagi pada Sang khalik, karena aku yakin Dia sudah mengatur segala sesuatu yang berjalan di bumi ini. Aku sebagai mahluk ciptaan-Nya yang lemah hanya bias wait and see.
Disaat itu datanglah sosok yang ku impikan, seorang ghadis dengan sepasang sayap putih lebar tertempel di punggungnya, dengan tongkat yang ia bawa, ia kelihatan lebih indah. Wajahnya tak terlihat jelas, hanya cahaya putih yang ada saat itu. Siapa dia? Benarkah Tuhan mendengar seruanku? Dan kini Dia mengirim bidadari-Nya untuk menemanmiku?
“Bangun! Cepet mandi! “
“Iya bu, sebentar! Masih ngantuk ni..!” jawabku malas. Ibu tak menyerah, diseretnya selimut yang aku gunakan untuk tidur sehiongga aku merasa kedinginan, dan ibu mengoyok-oyok tubuhku hingga aku bosan dengan gangguan tidur semacam ini. Seprti biasa, ibu lagi-lagi membuat tidurku tidak nyaman. Lalu dengan malas aku ke kamar manid dengan mata yang masih merem-melek!
Sejam kemudian aku, ibu, bapak, adik dan masku berkumpulk di meja makan. Acaranya sekarang adalah sarapan pagi.aku suka dengan acara seperti ini, karena kamiu jarangt banget kumpul keluarga seperti yang aku lakukan pagi ini. Bapak sibuk dengan sawahnya, ibu sibuk dengan sapinya, adik sibuk dengan temen-temen mainnya, dan kakakku masih sibuk dengan ujiannya. Hari ini hari minggu, kami semua makan dengan khidmad, berbincang-bincang dengan banyak hal.
“Bagaiman dengan ujianmu, le?” Tanya bapakku pada masku. “ Insya Allah udah siap kok pak!” jawab masku yakin. “yang penting kamu tetep belajar terus ya, le!” kini suara ibu terdengar lebih meyakinkan. “bapak ma ibu selalu mendo’akanmu kok, le! Asal kamu sekolahnya yang bener.” Tambahnya. “ enggih bu!” jawab kakakku sambil manganggukkan kepalanya.
“Kalau kamu gimana sekolahnya? Gak ada masalah kan , le?” giliran bapak menanyaiku. “ baik-baik juga kok pak, malah sekarang aku senang dengan pelajarannya.
“Lho, emang kemaren-kemaren gak suka ya?” Tanya adikku yang masih kecil. Dia baru kelas 4 SD di MI MAARIF, sekolahanya tidak jauh dari tempat kami bernaung, sekitar satu kilometer dari rumah, untuk sampai ke sekolah adikku jalan kaki bersama teman-teman yang lainnya.
“E…h bukannya gitu, dik!” jelasku
“Lha terus apa dong kak?” bapak, ibu sama kakak hanya tertawa kecil melihat kami berdua berdebat. Tak seharusnya kejadian ityu tewrjadi saat sarapan begini. Ah adikku…
“ Nanti setelah makan, bantu ibu cari rumput ya, le!” pinta ibu pada kami berdua, aku dan kakakku, adikku hanya akan mengotori halaman rumah bersama teman temannya.
“O…enggih bu!” jawabku sambil menganggukkan kepala. Lalu ibuku keluar dengan membawa senjata yang basa kami gunakan untuk merumput. Arit! Ityulah nama benda yang kami gunakan. Alatnya hamper sam dengan pisau belati, hanya kalu arit lebih besar dan menyerupai clurit! Bias dibilang sbitlah!
“ Ibu tak ngasah arit dulu ya, biar landhep” kata ibu sebelum beliau pergi.acara makan selesai dan acar ‘bekerja’ dimulai. Ayah mengambil seragam sawahnya yang dekil, dan sepatuinya yang besar tinggi itu beliau kenakan untuk melindungi kakinya. Dan ibu siap dengan sabitnya, bersamaan dengan siapnya kami berdua, aku dan kakakku pergi cari makan buat si-emoh.
“Jangan lupa bawa ‘mujah’nya. Nanti biar gak sakit!” pinta ibu kepadaku. “ siap bu!perlengkapan sudah siap!” jawabku dengan suara senang. “ bagus, le! Nanti bawanya sedikit-sedikit aja, jangan kayak dulu, kalo ‘kabotan’ lagi yang payah ibu!oke?” kata-kata ibu terus kami dengar, sebelem ibu pergi mengambil sabit ia tersenyum dan dengan wajah tuianya itu bibir ibu komat-kamit entah apa yang beliau ucapkan.
“Aku dan mas pergi duluan aja ya, bu! Ntar ibu nyusul kesana” pintaku kepada ibu yang masih siap-siap. “ ya udah sana duluan gak apa-apa, nanti ibu menyusul.” Jawabnya ringan dengan muka jernih meski termakan usia.
Aku dan masku mulai berjalan menuju tempat yang banyak rumputnya. Dan kami senang dengan pekerjaan ini. Mmbutuhkan waktu dua jam untuk menyelesaikan tugas ini. Dan butuh waktu tiga puluh menit untuk kembali pulang. Jadi rata-rata kami merumput selam dua setengah jam. Siang ini panas sekali, musim hujan mungkin dimulai minggu depan, aku merasa lapar dan haus, aku duduk dibawah pohon gnetum gnemon yang ada di ujung ‘galengan’ ini. Kurasakan udara berubah menjadi sejuk, panas matahari sudah tak terasa menghujami diriku yang kecil, rasa laparpun seperti agak berkurang setelah aku menduduki bawah pohon gnetum gnemon ini.
Ku lihat ibuku berjalan mendekatiku, dengan senyumnya yang khas ibu mengulurkan tangannya yang lembut, lalu membawaku melayang menjauhi bumi, ke tempat yang belum pernah aku jamahi, tak ada batasan, terang, dan sulit untuk keluar kembali ke bumi. Tak ada tanda apapun disana, hanya terlihat sekelomp[ok makhluk kecil dengan topi seragam, kira-kira mereka berjumalah sepuluh. Badannya pendek, kakinya tegap, dan sesuatu yang membuatku geli yaitu sepatunya yang besar dan sama sekali tidak cocok dengan ukuran badannya. Aku rasa mereka juga merasakan hal yang kurasakan mengenai sepatu besar itu. Mereka pasti merasa keberatan memakai sepatu yang diberikan ibu mereka, tapi wajah yang mereka tunjukkan berbeda, mereka malah memamerkan kekompakkan mereka dengan gaya berjalannya yang terkesan seperti tentara jadul alias jaman dulu.
“Ada yang aneh dengan kami?” salah satu dari mereka bertanya dengan gaya bicara aneh. Aku menggeleng, “lalu kenapa kamu memandang kami dengasn tatapan seperti itu?”. Aku pun hanya bias menggeleng, wajahnya yang berubah menjadi marah itu membuatku kehilangan percaya diri. Seolah ia tak mengijinkankan aku untuk menjawab pertyanyaannya.
“Sudah berapa lam kamu disini?” mereka sekali lagi bertanya, dan sekali lagi pula aku menggeleng, mereka semakin penasaran dengan sikapku pada mereka, lalu salah satu dari mereka bertanya dengan sopannya. “ dengan siapakah anda kemari?”. “dengan ibu!” kuberanikan untuk menjawab. “dimana sekaang ibumu, nak?” tanyanya lagi. “ aku tak tahu kemana ibu pergi. Seingatku aku diajak ke tempat aneh seperti ini dan ibu menghilang begitu saja.” Kuceritakan apa yang terjadi sebenarnya. Tapi aku semakin bingung.
“Anda tahu apa nama tempat ini?.” Kutanyakan hal itu karena aku benar-benar bingung diman tempat yang sebenarnya sedang ku injak ini? Masihkah di bumi? Atau di luar angkasa? Aku tak ambil pusing, aku hanya menunggu jawaban dari mereka yang kukira juga lebih mengerti tentang tempat aneh ini.
“Benarkah kamu tidak tahu dimana kita sekarang ini?” mereka balik nanya kepadaku, lalu aku menggeleng dan si tua pendek itu mendekat, “ Kasihan sekali kamu nak!”
“kamu mengalami nasib seperti kami, nak! Kamu terjebak di tempat yang tak ada seorang pun mengetahuinya. Apa kamu ingin kembali?”. Aku mengangguk. Dipanggilnya sebuah kendaraan aneh berbentuk bulat tak bermesin itu ke hadapanku, aku terheran-heran. “Kalian menyuruhku menaiki kendaraan aneh ini?” tanyaku heran. “ya, kecuali kau akan tetap disini!” jawabnya ketus. Tanpa piker panjang kali lebar aku menaiki kendaraan itu.
“ Lan, Alan..!”
“ Ada apa? Apa yang terjadi? Dimana kEndaraan ajaibku?”
“Ah, kamu ngomong opo? Dari tadi kamu dicariin ibu, kemana aja kamu?” ternyata itu masku,
“ Aku baru saja berpetualangan dengan sepuluh liliput di negeri tak dikenal.” Jawbku.
“ Waduh, kamu makin ngawur ni ngomongnya.”
“ Bener mas, tadi aku kesana sama ibu, kakak ga ikut sih!” jawabku meyakinkan.
“ Ha?sama ibu? Kemana? Seharian ibu nyari kamu je. Apa itu alas an kamu buat gak ikut merumput?hayo…!” goda kakakku.
“ Ah, ya sudahlah! Mas paling-paling juga gak percya.”
“Percaya apa? Ah, sudah yuk kita pulang! ibu nunggu dirumah tuh.” Pinta kakakku tergesa-gesa.
Kulihat sebuah pohon gnetum gnemon yang berdiri kokoh itu. Ada apa dengan pohon itu? Aku semakin penasaran dengannya, rasanya aku pengen maen kesana lagi, biar aku bias menaiki kwendaraan aneh itu.
Tiba dirumah kulihat ibu khawatir denganku, beliau terus menerus mewnghujani aku dengan pertanyaan-pertanyaan yang sama. “ kemana saja to kamu itu le? Bikin orang bingung saja!”. “mbok ya bilang kalau mau pergi main!” begitu terus menerus beliau luncurkan hingga beliau merasa bosan dan melanjutkan memasaknya. Sementara aku masih mencoba menjawab teka-teki itu.
“ Biarkan hanya aku yang merasakan hal seperti itu.” Bisikku dalam hati. Ku jatuhkan tubuhku di atas kasur busa tipis itu. Terasa lelah sekali.


Oleh : ALVIN, 01 jan 09…..

CERPEN LIMA NOVEMBER

LIMA NOVEMBER
CERPEN By: M ROIS ALVIN RIZAL


Ketika kata tak lagi berkata, hanya angan yang menyapa tanpa rasa..
Hampa dalam sendiri, berlari dalam angan yang tak henti..agar selalu berbagi dengan hati, dengan cinta yang tak kentara oleh massa, tapi tercetak dalam masa…
Hati tak pernah lelah untuk berteriak apa arti semua ini?? Yang emmbelenggu diri menyapu batin yang tak henti bersalah..
Ketika kata rindu mulai tak berarti lagi..ketika kertas tak lagi terabaikan
Harapkan impian indah terangkul oleh dunia nyata yang emnunggu di depan sana..
Hapuskan semua penghalang yang tak henti hentinya datang..
Terasa keras dalam khayal,,nyaman dalam rasa yang tak lelah dalam menunggu..
Tak ada lelah yang tercipta yang terabai oleh langit….
Happy Birthday sayangku, I’m still loving you…

LOVE: DHIVIN

November cerah, aku berulang kali membaca tulisan ini, saat udara di luar terasa sangat dingin, dan suara sunyi sepi seolah tak ada lagi tanda tanda kehidupan disini. Yang terdengar parau hanya hembusan nafasku dan detakan jarum jam yang menunjukkan tengah malam. Burung belum berkicau, bahkan mungkin belum terlelap. Angina masih saja berhembus menyelimuti tubuhku yang kecil. Kubalut tubuhku dengan selimut tebal. Tak kunjung hangat terasa. Aku tak peduli. Kali ini, meski dingin terus menusuk, meski jarum jam tak henti berputar, meski angina malam menjadi puiting beliung, aku tak peduli. Karena kini aku sedang menikmati syair syair hati yang terbaca dengan indah.
Ya, hari ini tanggal lima November! Jangkap sudah umurku genap 16 tahun. Tak bias aku ceritakan bagaimana bahagianya aku tiap datang LIMA NOVEMBER…
Sebelumnya, aku bukanlah seorang penulis macam Andrea Hirata dengan Laskar Pelangi-nya, aku juga bukan Kahlil Gibran dengan sajak sajak indah tertulis. Tapi aku adalah aku, manusia sederhana yang tak pandai dalam menyusun kata kata. Namun, aku ingin seklai menuangkan sedikit kebahagiaanku ini di sini.
Aku akan menulis apa yang bias aku ingat. Aku ingin jujur menarikan tinta di kertas putih ini. Dan hatiku akan tersenyum.
Lima November bias dibilang adalah hari bahagiaku. Karena Dia membuatku merasa lengkap akan kebahagiaan suka cita yang kualami. Dia mengajariku satu hal, bahwa kita akan bahagia manakala kita ingin bahagia. Dia, lebih dari mlaikat cinta yang selalu disisiku. Betapa tidak? Orang yang aku sebut sebagai Dia adalah orang yang selama ini menemaniku, mengajariku dan memenuhi kebutuhan cintaku, dia selalu ada di saat aku membutuhkannya.
“ R,,,rr…rrr…! “
Hapeku bergetar, aku kaget bukan kepalang, segera kucari getaran hape yang ternyata ada di saku celanaku, kurogoh sakuku dan kutemukan benda mini yang terus bergetar itu. Ada nama Dhina di layer itu.
Ya, namanya Dhina. Tak perlu kuceritakan bagaimana bentuk wajahnya, bagaimana jika tersenyum, bagaimana dia bicara ataupun yang lainnya. Anda cukup dengan mambayangkan gadis manis dengan gaya bahasa yang santun. Kurasa cukup mewakili.
“ Met ulang tahun sayang..” suara itu terdengar merdu.
“ Iya, maksih ya..kok udah bangun? “ tanyaku.
“ Iya donk,,o he’em..moga tambah pinter, tambah sukses, tambah….apa ya?? Tambah sayag ma Dhina! Heheh”
:”Oke, pastilah! Hehe..udah shalat? Jadi puasa kan?”
“ Jadi aa’..ntar sore kita buka bareng ya, kamu yang traktir!setuju?”
“ Iya deh, tak traktir, tnang aj..ya udah, shalat gih..”
“ Aa’ udah? Ya udah ya, tak wudlu dulu.”
“ jangan lupa, doa yang khusu’..doain aa’!hehehe..”
“dah,bye…wassalamualaikum…”
” tut..tut…tut…”
Belum sempat aku jawab salam udah di matiin. Tapi tak apalah. Aku hanya tersenyum. Dia, baru saja memberiku semangat yang berapi api. Entah kenapa, setiap kali aku mendengarkan suaranya aku rasanya terbang, berlenihan ya? Biarlah, itulah yang kurasakan.
***

Pagi ini, aku berangkat sekolah lebih awal, lebih pagi maksudnya. Aku siap mendapatkan timpukan dari teman teman yang kadang merengek rengek minta untuk ditraktir. Tak apalah, aku cukup dengan mengatakan “Gampang, ntar ya! “ cukup dengan kalimat sederhana itu dalam sekejap mereka diam dan mengacungkan tanda piss.. senyuman mengembang. Persis anak TK yang dijanjikan akan dibelikan mainan.hehe
“ Happy birthday…!”
Teriakan itu berasal dari belakangku saat aku hendak memasuki gerbang SMA.
“ Ah elo..bikin kaget aja, thanks ya..” kataku.
Aku kali ini benar benar bias melihat wajah wajah penuh harap, awalnya mereka hanya tersenyum tersenyum, kemudian ketika aku mengernyitkan dahiku, mereka pasti bilang begini:
“ Vin, PUL dong!hehe..” kata salah satu temanku.
“ PUL? What is it? “ gayaku dengan bahasa inggris yang ala kadarnya.
“ Pajak Ulang Tahun dodododoolll…! “ Hardik Azis. Bocah cilik yang dari tadi mringas mringis..
“ Ow, gampang! Ntar ya..”
“ Oke..kami tunggu..Sup buah ya!haha..”
Aku mengangguk. Dan mereka senang bukan kepalang. Aku meneruskan perjalananku menuju kelas ter-ramai diantara kelas kelas yang lain. Kelas XI IA1. ya, kelasku adalah kelas paling rame. Banyak guru guru yang berkata seperti itu. Hihihih..
Aku kira, aku yang paling awal yang akan emmasuki ruang kelasku itu, tapi ternyata…
“ Hayoooo…met ultah viinnn!! “
Aku kaget, pasalnya baru aku membuka pintu sudah mendapat POLESan dari teman-teman. Ah, gagal masuk paling awal nih. Tapi, itu juga tak menjadi maslah besar. Dan kini kami melakukan aktivitas setiap pagi. Ada yang sibuk mengerjakan PR, ada yang sibuk dengan suara Falsnya, ada juga yang sibuk berbincang bincang entah apa yang mereka omongkan, tapi yang jelas berita nerita baru seputar gossip. Ah, merekalah yang kusebut sahabat sahabatku.
Bel masuk berbunyi. Kami siap di tempat duduk masing masing. Mendengar bapak ibu guru, tidur saat pelajaran FISIKA, dan ramai lagi. Begitu seterusnya. Aktivitas belajar kami begitu menyenangkan. Ejek mengejek, dan serius bersama.hehe
Dan..
“ Tet..tet…tet/…”
Bel panjang berbunyi. Tanda kegiatan belajar mengajar selesai. Suasana menjadi riuh kembali. Persis anak SD kalau dipulangkan awal. Kami bersiap siap, berdoa, lalu rebutan pintu keluar, ( eh, maksudnya rebutan keluar duluan )hehe
“ Rrr…rrr….rrr”
Hapeku bergetar, kuambil dari saku kanan celanaku. Ternyata sms dari Dhina.

Yank, gak bisa ketemu..aku les…
Maaf ya. ;-)

Ah, apa maksudnya? Tidak bisa ketemu? Malangnya nasibku. Nerarti aku tidak bisa buka bersama bareng Dhina. Ah, menyedihkan!
Langkah kakiku menjadi terasa berat untuk mencapai kost kostan yang jaraknya hanya 150 meter dari sekolah. Entah apa yang akan mengisi kekosongan waktu hingga maghrib nanti.
Aku smapai kost kostan. Tubuhku seketika menjadi lemas. Aku terus berpikir, kemudian setelah otakku berpikir keras, ide akhirnya muncul. “ Renang aja! “ begitu pikirku. Sudah hamper ashar, aku putuskan untuk shalat dulu, kemudian berangkat ke kolam renang Mendut.
“ Mau kemana Vin?” Tanya Dand
“ renang! Ikut?” ajakku.
Dia menggeleng.
***

Aku telah selesai renang, dan alhamdulillah badanku menjadi sedikit bugar. Setelah ganti pakaian segera aku keluar. Sudah sangat sore, takutnya nanti keburu magrib dan aku mempercepat langkah kakiku.
“ Rr…rrr…rrr!”
Hape bergetar lagi. Kubaca, ada pesan:

Marah yank??
Enggak..
Mau ketemu?
Iya lah..
Tapi maaf gak bisa.heheh :p

Lagi lagi jawabanya bikin aku sebel, tapi rasa sebel itu hilang seketika! Karena baru aku sadari ternyata Dhina sudah berdiri tegak di belakangku. Dia tersenyum, sesekali melet. Aku hanya tertawa waktu itu. Dan serasa aku melayang lagi.
“ Renang kok gak ngajak ngajak?” dia membuka percakapan.
“ Katanya sibuk les? “ timpalku.
“ Hehehe…ya udah, ini ada someyhing buat kamu!”
Kata Dhina sambil menyerah bingkisan berupa kado besar. Aku menerimanya. Dhina lagi lagi tersenyum. Ah manisnya..! ( saya kira ini bukan berlebihan )
“ Makasih ya..yuk kita cari makan. Udah hamper magrib ni..” ajakku.
“ ya udah, ayo naik! “ katanya kemudian.
Kami bersepeda mencari tempat makan, dan ketika terdengar suara adzan menggema hati kami lega. Dan berhenti di warung tepi jalan itu.
Sore itu, menjadi sore terindah yang ingin aku simpan selamanya. Dalam tawa Dhina, dalam bahagia kami. Semoga Tuhan mendengar doa kami.
“ Hari ini hari terindahku..” bisikku pada Dhina.
“ Aku tahu itu.” Balas Dhina dengan ikutan mebisik di telingaku.
Dhina menatapku. Tahukah? PELANGI terlihat indah nan anggun karena dia memiliki tujuh warna yang emmpesona,. Tapi, lihatlah Aku! Hidupku lebih indah karena aku memiliki Dhina!


**** SEKIAN ****

Rabu, 04 November 2009

ARTI CINTA


Adakah secercah harapan yang kau titipkan untukku

Adakah sekeping cinta hati yang bisa aku singgahi

Adakah segenggam mimpi yang bisa kau simpan untukku..

Agar kepingan ini bisa bersatu kembali.

Setelah hancur berkeping-keping..

Cinta…

Hidup terasa hampa tanpamu..

Raga ini terasa hancur

Bagai puing-puing bangunan

Yang berserakan tanpa sentuhan kasihmu..

Cinta…

Setiap orang selalu memanggil manamu

Setiap orang selalu membutuhkanmu

Setiap orang berusaha menggapaimu

Cinta….

Mengapa ada saja yang selalu mengganggumu

Mengapa ada saja yang selalu mempermainkanmu

Merayumu, membuaimu..

Kemudian mencampakkanmu..

Cinta…

Engkau terlalu indah untuk disakiti

Engkau terlalu berharga untuk dipermainkan

Engkau terlalu sempurna untuk dicampakkan.

Cinta…

Jadilah engkau bak mutiara dilautan

Yang selalu bersinar

Memancarkan cahayanya yang berkilauan

Walau engkau berada dalam lumpur yang paling dalam..

Cinta….

Sebuah perasaan yang diberikan oleh Tuhan pada sepasang manusia untuk saling….(saling mencintai, saling memiliki, saling memenuhi, saling pengertian dll).

Cinta……

Tidak dapat dipaksakan, cinta hanya dapat berjalan apabila ke-2 belah phiak melakukan “saling” tersebut…

cinta…..

Tidak dapat berjalan apabila mereka mementingkan diri sendiri.

Karena dalam berhubungan, pasangan kita pasti menginginkan suatu perhatian lebih

dan itu hanya bisa di dapat dari pengertian pasangannya.

Cinta adalah memberikan kasih sayang bukannya rantai.

Cinta juga tidak bisa dipaksakan dan datangnya pun kadang secara tidak di sengaja.

Cinta indah namun kepedihan yang ditinggalkannya

kadang berlangsung lebih lama dari cinta itu sendiri.

Batas cinta dan benci juga amat tipis

tapi dengan cinta dunia yang kita jalani serasa lebih ringan.

Cinta itu perasaan seseorang terhadap lawan jenisnya

karena ketertarikan terhadap sesuatu yang dimiliki oleh lawan jenisnya (misalnya sifat, wajah dan lain lain).

Namun diperlukan pengertian dan saling memahami untuk dapat melanjutkan hubungan,

haruslah saling menutupi kekurangan dan mau menerima pasangannya apa adanya,

tanpa pemaksaan oleh salah satu pihak.

Berbagi suka bersama dan berbagi kesedihan bersama.

Cinta….

Sesuatu yang murni, putih, tulus dan suci

yang timbul tanpa adanya paksaan atau adanya sesuatu yang dibuat-buat,

Pribadi cinta itu dapat membuat orang itu dapat termotivasi untuk melakukan perubahan yang lebih baik daripada sebelum ia mengenal cinta itu.

Cinta itu sesuatu yang suci dan janganlah kita menodai cinta yang suci itu dengan ke-egoisan kita

yang hanya menginginkan enaknya buat kita dan ndak enaknya buat kamu.

cinta dibutuhkan PENGERTIAN!

Suatu perasaan terdalam manusia yangmembuatnya rela berkorban apa saja demi kebahagiaan orang yang dicintainya.

Pengorbanannya itu tulus, tidak mengharap balasan.

Kalau misalnya memberi banyak hadiah ke seseorang tapi dengan syarat orang itu harus membalasnya dengan mau jadi kekasihnya, itu bukan cinta namanya.

Cinta tidak bisa diukur dengan materi ataupun yang berasal dari dunia fana.

Dan percayalah… cinta terbesar biasanya selalu datang dari ibu kandung, bukan dari pacar (sebab cinta pacar bisa luntur suatu saat atau setelah menikah kelak).

Cinta, membuat bahagia, duka ataupun buta.

Cinta itu penuh pengorbanan, kepahitan, keindahan dan kehangatan.

Cinta adalah sebuah keinginan untuk memberi tanpa harus meminta apa-apa,

namun cinta akan menjadi lebih indah jika keduanya saling memberi dan menerima, sehingga kehangatan, keselarasan dan kebersamaan menjalani hidup dapat tercapai. CInta adalah kata yang memiliki banyak makna, bergantung bagaimana kita menempatkannya dalam kehidupan. Ai wa atatakai koto da.

Cinta itu bisa membuat orang buta akan segalanya

hanya demi rasa sayang terhadap sang kekasih.

Kita juga tau apa maknanya cinta itu.

Cinta pasti bisa membuat orang merasakan suka dan duka pada waktu yang sama ketika kita berusaha mendapat kebahagiaan bersama.

Jadi bukanlah kebahagiaan untuk kita sendiri.

Meskipun demikian kita jangan samapi salah langkah agar tidak menuju kesengsaraan. Lakukanlah demi orang yang kamu kasihi agar kau tidak merasa sia-sia tanpa guna. Karena hal itulah yang membuat hidup menjadi lebih hidup (Losta Masta).

Cinta adalah perasaan hangat yang mampu membuat kita menyadari betapa berharganya kita, dan adanya seseorang yang begitu berharga untuk kita lindungi.

CInta tidaklah sebatas kata-kata saja, karena cinta jauh lebih berharga daripada harta karun termahal di dunia pun.

Saat seseorang memegang tanganmu dan bilang ” Aku cinta kamu…” pasti menjadi perasaan hangat yang istimewa!

Karena itu, saat kamu sudah menemukan seseorang yang begitu berharga buat kamu, jangan pernah lepaskan dia! Namun adakalanya cinta begitu menyakitkan, dan satu-satunya jalan untuk menunjukkan cintamu hanyalah merlekan dia pergi.

Cinta itu adalah sebuah perasaan yang tidak ada seorangpun bisa mengetahui kapan datangnya, bahkan sang pemilik perasaan sekalipun.

Jika kita sudah mengenal cinta, kita akan menjadi orang yang paling berbahagia di dunia ini.

Akan tetapi, bila cinta kita tak terbalas, kita akan merasa bahwa kita adalah orang paling malang dan kita akan kehilangan gairah hidup.

Dengan cinta, kita bisa belajar untuk menghargai sesama, serta berusaha untuk melindungi orang yang kita cintai, apaun yang akan terjadi pada kita. Ai ga kirei’n da!

Cinta merupakan anugerah yang tak ternilai harganya dan itu di berikan kepada makhluk yang paling sempurna, manusia.

Cinta tidak dapat diucapkan dengan kata-kata, tidak dapat dideskripsikan dengan bahasa apaun. Cinta hanya bisa dibaca dengan bahasa cinta dan juga dengan perasaan.

Cinta adalah perasaan yang universal, tak mengenalgender, usia, suku ataupun ras.

Tak perduli cinta dengan sesama mansuia, dengan tumbuhan, binatang, roh halus,ataupun dengan Sang Pencipta. Lagipula, cintaitu buta. Buta sama dengan meraba-raba. Jadi… cinta itu meraba-raba…(^o^)/… meraba-raba isi hati yang dicinta…

Selasa, 27 Oktober 2009

SAHABATKU..

sahabatku………
seberat apapun masalahmu
sekelam apapun beban hidupmu
jangan pernah berlari darinya
ataupun bersembunyi
agar kau tak akan bertemu dengannya
atau agar kau bisa menghindar darinya
karena sahabat…..
seberapa jauhpun kau berlari
dan sedalam apapun kau bersembunyi
dia pasti akan menemuimu
dalam sebuah episode kehidupanmu
sahabatku……
alangkah indahnya bila kau temui ia dengan dada yang lapang
persilahkan ia masuk dalam bersihnya rumah hati
dan mengkilapnya lantai nuranimu
hadapi ia dengan senyum seterang mentari pagi
ajak ia untuk menikmati hangatnya teh kesabaran
ditambah sedikit penganan keteguhan
sahabat…….
dengan begitu
sepulangnya ia dari rumahmu
akan kau dapati
dirimu menjadi sosok yang tegar
dalam semua keadaan
dan kau pun akan mampu dan lebih berani
untuk melewati lagi deraan kehidupan
dan yakinlah sahabat……..
kaupun akan semakin bisa bertahan
kala badai cobaan itu menghantam
 
Wordpress Theme by wpthemescreator .
Converted To Blogger Template by Anshul .